SEJARAH PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI DI INDONESIA



Ilmu Komunikasi merupakan salah satu prodi yang paling banyak diminati. Banyak alasan calon mahasiswa ingin belajar di prodi ini. Alasan tersebut antara lain karena sejalan dengan hobinya, prospek kerjanya, dan lain sebagainya. Akan tetapi, tidak kalah menarik bagaimana prodi ini dapat berkembang dengan baik di Indonesia. Tingginya minat banyak orang yang ingin bekerja di media, telah menggugah pengelola perguruan tinggi di Indonesia untuk membuka program studi baru yang terkait kebutuhan industri. Sebut saja salah satunya, di bidang sosial, lulusan Ilmu Komunikasi. Tidak tentu jumlah fakultas, departemen atau Jurusan Ilmu Komunikasi di Indonesia.

Dalam buku Comunication Technology : The New Media in Society, Everet M. rogers (1986) menyebutkan bahwa sejarah komunikasi sudah dikenal diperkirakan dimulai sejak sekitar 4000 tahun sebelum Masehi (sM) dan biasa disebut jaman Cro-Magnon. Baru sekitar tahun 22000 sM, para ahli pra-sejarah 2 menemukan lukisan-lukisan dalam gua yang diperkirakan karya komunikasi manusia pada zaman tersebut. Menurut Rogers, sejarah perkembangan komunikasi dapat dibagi menjadi empat (4) era perubahan diantaranya Era komunikasi tulisan, Era komunikasi cetakan, Era telekomunikasi dan Era komunikasi interaktif.

Begitu cepatnya kemajuan teknologi komunikasi berlangsung dari waktu ke waktu, telah memberi pengaruh terhadap cara-cara manusia berkomunikasi. Komunikasi telah memperpendek jarak, menghemat biaya, menembus ruang dan waktu. Komunikasi berusaha menjembatani antara pikiran, perasaan dan kebutuhan seseorang dengan dunia lainnya. Komunikasi membuat cakrawala seseorang menjadi makin luas. Secara umum, sejarah perkembangan ilmu komunikasi dapat dibagi menjadi empat (4) periode, diantaranya : Periode Tradisi Retorika, Periode Pertumbuhan, Periode Konsolidasi dan yang terakhir Periode Teknologi Komunikasi dari tahun 1960-an hingga sekarang. Sejak tahun 1960-an perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks dan mengarah pada spesialisasi. Menurut Rogers (1986) perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin telah memasuki periode tinggal landas sejak tahun 1950.  

Secara umum, sejarah perkembangan ilmu komunikasi dapat dibagi menjadi periode. Periode pertama, periode “tradisi retorika” yang dimulai sejak zaman Yunani kuno. Kedua, periode antara tahun 1900 sampai Perang Dunia II yang dapat disebut sebagai periode pertumbuhan ilmu komunikasi. Ketiga, periode konsolidasi. Keempat, adalah periode teknologi komunikasi yang dimulai dari tahun 1960-an sampai sekarang. setiap periode memberikan karakteristik tersendiri terhadap penekanan bidang studi dan konteks peristiwa komunikasi yang diamati. Berikut adalah uraian singkat mengenai kondisi dan perkembangan ilmu komunikasi untuk setiap periode.

  1. Periode Tradisi Retorika

Perkembangan lahirnya ilmu komunikasi dapat ditelusuri sejak peradaban Yunani Kuno beberapa ratus tahun Sebelum Masehi. Sebutan “komunikasi” dalam konteks arti yang berlaku sekarang ini memang belum dikenal saat itu. Istilah yang berlaku pada zaman tersebut adalah “retorika”.

Para ahli berpendapat bahwa studi retorika sebenarnya telah ada sebelum zaman Yunani (Golden, 1978; Fross, 1985; Forsdale, 1981). Disebutkan bahwa pada zaman kebudayaan Mesir Kuno telah ada tokoh-tokoh retorika seperti Kagemni dan PtahHotep. Namun demikian, tradisi retorika sebagai upaya pengkajian yang sistematis dan terorganisasi baru dilakukan di Zaman yunani Kuno dengan perintisnya Aristotle (Golden, 1987).

Pengertian “retorika” menurut Aristotle, menunjukkan kepada segala upaya yang bertujuan untuk persuasi. Lebih lanjut, Aristotle menyatakan bahwa retorika mencakup tiga unsur, yakni:

  1. Ethos (kredibilitas sumber),
  2. Pathos (hal yang menyangkut emosi/perasaan), dan
  3. Logos ( hal yang menyangkut fakta).

Dengan demikian upaya persuasi, menurut Aristotle, menuntut tiga (3) faktor, yakni kredibilitas dan pelaku komunikasi yang melakukan kegiatan persuasi, kemampuan untuk merangsang emosi/perasaan dari pihak yang menjadi sasaran, serta kemampuan untuk mengungkapkan fakta-fakta yang mendukung (logika).

Pokok-pokok pikiran Aristotle ini kemudian dikembangkan lagi oleh Cicero dan Quintilian. Mereka menyusun aturan retorika yang meliputi lima (5) unsur:

  1. invento (urutan argumentasi),
  2. dispositio (pengaturan ide),
  3. etoquito (gaya bahasa),
  4. memoria (ingatan), serta
  5. pronunciatio (cara penyampaian pesan).
Lima unsur ini menurut Quintilian dan Cicero merupakan faktor-faktor penentu keberhasilan usaha persuasi yang dilakukan seseorang. Tokoh-tokoh retorika lainnya yang dikenal pada zaman itu adalah Coraz, Socrates, dan Plato.

  1. PERIODE PERTUMBUHAN: 1900 – PERANG DUNIA II

Pertumbuhan komunikasi sebagi salah satu disiplin ilmu sosial barangkali dapat dikatakan dimulai pada awal abad ke-19. Sedikitnya ada tiga perkembangan penting yang terjadi pada masa ini. Pertama, adalah penentuan teknologi komunikasi seperti telepon, telegrap, radio, TV. Kedua, proses industrialisasi dan modernisasi yang terjadi di negaranegara Eropa Barat dan Amerika. Ketiga, pecahnya perang dunia I dan II.

Semua perubahan ini memberi bentuk dan arah pada bidang kajian ilmu komunikasi yang terjadi di masa ini. Secara umum, bidang-bidang studi komunikasi yang berkembang pada periode ini meliputi hubungan komunikasi dengan institusi dan masalahmasalah politis kenegaraan, peranan komunikasi dalam kehidupan sosial, analisis psikologi sosial komunikasi, komunikasi dan pendidikan, propaganda, dan penelitian komunikasi komersial.

  1. PERIODE KONSOLIDASI: PERANG DUNIA II-1960-AN

Periode setelah Perang Dunia II sampai tahun 1960-an disebut sebagai periode konsolidasi (Delia, dalam Berger dan Chaffee, 1987). Karena pada masa ini konsolidasi pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner (mencakup berbagai ilmu) mulai terjadi.

Sedikitnya ada tujuh tokoh yang punya andil besar dalam periode ini. Mereka adalah Claude E, Shannon, Norbert Wiener, Harold Lasswell (ahIi ilmu politik), Paul F. Lazarsfeld, dan Wilbur Schramm. Harold D. Lasswell (ahli ilmu politik), Paul F. Lazarsfeld (ahli sosiologi), Kurt Lewin dan Carl I. Hoviand (keduanya ahli psikologi sosial), disebut oleh Wilbur Schramm sebagai the founding fathers (para pendiri dan perintis) ilmu komunikasi.

Untuk di Indonesia ilmu komunikasi masuk pada tahun 1950. Perkembangan ini dimulai dengan masuknya jurusan publistik di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seiring berjalannya waktu dan teknologi dan semakin banyaknya lowongan pekerjaan untuk industri kreatif semakin banyak calon mahasiswa yang tertarik untuk mempelajari ilmu ini

Justito Adiprasetio menyampaikan sebenarnya komunikasi dalam artian diskursus komunikasi pada kerangka epistemic diawali dengan ilmu publizistik. Misalnya di Universitas Padjadjaran (UNPAD), sebelum hadirnya ilmu komunikasi nama yang dipakai adalah ilmu publistik. Begitupun di kampus lain, terjadi tren serupa. Kebanyakan orang menganggap ilmu publistik adalah awal mula kelahiran cikal bakal ilmu komunikasi di Indonesia.

Di UNPAD dahulu terdapat prodi Ilmu Penerangan dan saat ini menjadi prodi Manajemen Komunikasi. Beberapa kampus di bawah jurusan Ilmu Komunikasi juga memiliki ilmu penerangan yang menjadi salah satu mata kuliah. Bahkan ilmu publistik dahulu di bawahnya juga terdapat ilmu penerangan.
Jika ditelaah lebih lanjut, maka ilmu penerangan sudah lama hadir bahkan sebelum 1945 dan sering dibicarakan dalam tatanan pengetahuan pemerintahan dan saat Indonesia berdiri. Departemen Penerangan merupakan salah satu dari dua belas departemen pertama Indonesia.

Selanjutnya kehadiran publistik yang pada tahun 1940-1960 dianggap simetris dan termasuk istilah baru. Para wartawan pada tahun itu masih menggunakan istilah jurnalistik. Pada kurun waktu 1930-1960 an, ada orang yang memulai melalang buana ke Jerman seperti Adi Negoro, M Tabrani, dan lainnya. Pada periode itulah awal mula masuknya publistik ke Indonesia yang kemudian menjadi ilmu tentang jurnalistik dan komunikasi. Publistikpun lambat laun menggantikan secara terminologi jurnalistik.

Sumber Referensi

https://www.uii.ac.id/ilmu-komunikasi-punya-sejarah-panjang-di-indonesia/

http://digilib.uinsgd.ac.id/2440/4/4_bab1.pdf

https://komunikasita.wordpress.com/2018/04/23/sejarah-perkembangan-ilmu-komunikasi/

https://www.uii.ac.id/menilik-sejarah-studi-komunikasi-di-indonesia/

https://khusnia.wordpress.com/pengantar-ilmu-komunikasi/04-sejarah-komunikasi-%20dan-ilmu-komunikasi/%20%E2%80%A2%20ttp:/pangeranrajawawo.blogspot.com/2010/09/biografi-pelopor-ilmu-komunikasi.%20html%20%E2%80%A2%20http:/www.scribd.com/search?query=kurt+lewin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMUNIKASI SEBAGAI MULTIDISIPLIN ILMU