KOMUNIKASI SEBAGAI MULTIDISIPLIN ILMU



   Ilmu komunikasi adalah salah satu ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, itu terjadi karena ilmu komunikasi berkembang melalui beberapa pendekatan. Pendekatan-pendekatan yang dipergunakan yang mempengaruhi peta ilmu komunikasi, berasal dari berbagai disiplin ilmu lain seperti psikologi. Linguistik, antropologi dan sebagianya. Sifat kemultidisiplinan ilmu komunikasi tidak dapat dihindari karena objek pengamatan dalam ilmu komunikasi sangat luas dan kompleks, menyangkut berbagai aspek sosial, budaya, ekonomi, politik dari kehidupan manusia.

   Menurut para ahli, Ilmu Komunikasi dianggap bagian dari ilmu sosial dan merupakan ilmu terapan (applied science), karena termasuk dalam ilmu sosial dan ilmu terapan, maka Ilmu Komunikasi sifatnya interdisipliner atau multidisipliner. Hal ini disebabkan oleh objek materialnya sama dengan ilmu-ilmu lain, terutama ilmu sosial dan ilmu kemasyarakatan.Komunikasi dalam proses pertumbukannya merupakan studi retorika dan junarlistik yang bersangkutan dengan pembentukan pendapat umum (opini public).

   Ilmu komunikasi yang tadinya diidentikkan sama dengan ilmu pers sebagai bagian dari ilmu politik(Monodisiplin) mengalami perkembangan sebagai ilmu yang tidak hanya saja memfokuskan diri pada aspek-aspek kekuasaan (power) dibidang politik dan pemerintah.

Komunikasi sebagai ilmu yang multidisiplin sejak dulu telah berkembang oleh banyak ilmuan yang berasal dari luar bidang ilmu komunikasi antara lain :

  1. John dewey(psikologi dan filsafat) adalah ahli psikologi dan filsafat yang beraliran liberal. Ia menjadi pengajar filsafat di university of Michigan (1884-1894). Dewey menginginkan adanya surat kabar yang dapat mempublikasikan hasil-hasil riset ilmu pengetahuan serta memperbaiki masalah social.
  2. Charles Horton cooley (sosiologi) lahir di aan arbor Michigan cooley pada tahun 1864 pada masa hidupnya cooley memiliki sifat pemalu dan mempunyai hambatan untuk berbicara didepan orang banyak. Cooley mengabdikan diri pada almamaternya sampai ia pensiun dan meninggal pada tahun 1920.
  3. Charl Hovland (Psikologi eksperimen)  berbeda dengan pelopor-pelopor komunikasi lainnya yang banyak mendapat pengaruh dari eropa, Charl Hovland dapat dikatakan murni amerika.
  4. Paul E.Lezersfeld (Matematika dan sosiologi) lahir pada 1901 dan meninggal pada usia 75 tahun. Lazersfeld memperoleh gelar doctor matematika di universitas of Vienna di Australia pada 1920, lalu ia mengajar di universitas tersebut dan memimpin lembaga penelitian ilmu social.
  5. Claude E.Shannon (Elektronika) Lahir pada tahun 1916 disebuah kota kecil Petrosky Michigan, ia menggelar sarjana muda dikampungnya Michigan.
b.      Komunikasi dari perspektif Filsafat

Richard Lanigan

Didalam karyanya yang berjudul “Communication Models in Philosophy, Review and Commentary” membahas secara khusus “analisis filsafati mengenai komunikasi”. Richard Lanigan mengatakan ; bahwa filsafat sebagai disiplin biasanya dikategorikan menjadi sub-bidang utama menurut jenis justifikasinya yang dapat diakomodasikan oleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

1.      Apa yang aku ketahui ? (What do I know ?)

2.      Bagaimana aku mengetahuinya ? (How do I know it ?)

3.      Apakah aku yakin ? (Am I sure ?)

4.      Apakah aku benar ? (Am I right ?)

Pertanyaan-pertanyaan di atas berkaitan dengan penyelidikan sistematis studi terhadap : Metafisika, Epistemologi, Aksiologi dan  Logika.

b.      Komunikasi dari perspektif Psikologi

Ruang lingkup dan sistematika pengajaran psikologi komunikasi adalah :

a)      Sistem komunikasi intrapersonal

b)      Sistem komuniksi interpersonal

c)      Sistem komunikasi kelompok

d)     Sistem komunikasi Massa

Dalam sistem komunikasi intrapersonal, antara lain membahas tentang karakteristik manusia komunikan, factor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku komunikasinya, sistem memori dan berpikir, dan sifat-sifat psikologi komunikator.
Dalam sistem komunikasi interpersonal, antara lain dibahas tentang proses persepsi interpersonal, faktor-faktor personal dan situasional yang mempengaruhi persepsi interpersonal, konsep diri, atraksi interpersonal, dan hubungan interpersonal.

c.       Komunikasi dari perspektif Antropologi

Antropologi dikatakan sebagai salah satu akar atau landasan lahirnya ilmu komunikasi. Seiring dengan perkembangan antropolgi tersebutlah akhirnya para ahli budaya melihat jika dalam budaya juga sangat tergantung pada komunikasi. Hal inilah yang kemudian dikaji mengenai proses dari komunikasi tersebut sehingga lahirlah ilmu komunikasi dari antroplogi. Namun untuk lebih jelasnya mengenai keterkaitan tersebut sebaiknya kita terlebih dahulu melihat menganai antopologi dan komunikasi itu sendiri.

Setiap praktik komunikasi pada dasarnya adalah suatu representasi budaya, atau tepatnya suatu peta atas suatu relitas (budaya) yang sangat rumit. Komunikasi dan budaya adalah dua entitas tak terpisahkan, sebagaimana dikatakan Edward T. Hall, “budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya. Begitu kita mulai berbicara tentang komunikasi, tak terhindarkan, kita pun berbicara tentang budaya (Deddy Mulyana, 2004 :14).

d.      Komunikasi dari perspektif Sosiologi

Sosiologi berasal dari kata latin socius yang berarti masyarakat, dan kata Logos yang berarti ilmu. Dalam kamus, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat. Ilmu Sosiologi muncul bersamaan dengan ilmu psikologi pada abad 19, dimana ilmu sosiologi merupakan perkembangan dari ilmu filsafat social. Istilah sosiologi dipopulerkan oleh Hebert Spencer lewat bukunya berjudul Principles of Sociology, ciri-ciri utamanya adalah  bersifat empiris, kumulatif, dan non etis

Ruang lingkup sosiologi komunikasi

Adapun ruang lingkup kajian sosiologi komunikasi adalah gejala, pengaruh dan masalah sosial yang disebabkan oleh komunikasi. Sosiologi mempelajari komunikasi dalam konteks interaksi sosial dalam masyarakat, baik yang berhubungan dengan media secara langsung dan tidak langsung.

e.       Komunikasi dari perspektif politik

Lasswell (dalam Varma, 1995:258) memandang orientasi komunikasi politik telah menjadikan dua hal sangat jelas: pertama, bahwa komunikasi politik selalu berorientasi pada nilai atau berusaha mencapai tujuan; nilai-nilai dan tujuan itu sendiri dibentuk di dalam dan oleh proses perilaku yang sesungguhnya merupakan suatu bagian; dan kedua, bahwa komunikai politik bertujuan menjangkau masa depan dan bersifat mengantisipasi serta berhubungan dengan masa lampau dan senantiasa memperhatikan kejadian masa lalu.

Dalam hal ini, R.S. Sigel (dalam Sumarno, 1989:10) memberikan pandangan sebagai berikut: “Political socialization refers to the learning process, by which the political norms and behavior acceptable to an ongoing political system are transmitted from generation to generation.”

Komunikasi yang diarahkan kepada pencapaian suatu pengaruh sedemikian rupa, sehingga masalah yang dibahas oleh jenis kegiatan komunikasi ini, dapat mengikat semua warganya melalui suatu sanksi yang ditentukan bersama oleh lembaga-lembaga politik (Astrid, S. Soesanto, 1980:2).

f.       Komunikasi dari perspektif Elektronika

Teknologi dalam Ilmu Komunikasi

Dilihat dari perkembangannya, ilmu komunikasi dikelompokkan pada ilmu sosial dan merupakan ilmu terapan (applied science). Pada awalnya ilmu komunikasi berasal dari jurnalistik atau jurnalisme yaitu suatu pengetahuan tentang seluk beluk pemberitaan mulai dari peliputan bahan berita, melalui pengolahan, sampai penyebaran berita (Onong,1993;12). Sejarah itu berawal dari School of Journalism,sebuah lembaga pendidikan yang memiliki visi untuk meningkatkan pengetahuan para wartawan dan calon wartawan. Berawal dari kegiatan tersebut jurnalisme berkembang menjadi “mass media communication” atau “mass communication “ ( komunikasi massa).

Perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa kenyataannya dalam proses komunikasi secara total, komunikasi melalui media massa hanya merupakan satu dimensi saja. Ada dimensi-dimensi lainnya yang menjadi objek studi suatu ilmu dan berawal dari pemikiran tersebut akhirnya muncullah Communication Science atau Ilmu Komunikasi yang sekarang ini.

Jadi ilmu komunikasi yang sekarang ini adalah ilmu yang mempelajari, menelaah dan meneliti kegiatan-kegiatan komunikasi manusia yang luas ruang lingkupnya dan banyak dimensinya.
Pada batasan di atas disinggung bahwa dalam teknologi atau teknik terkandung totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap aktivitas manusia.

KESIMPULAN

Para ahli memberikan definisi komunikasi sesuai dengan sudut pandangnya tersendiri. Masing-masing memberikan penekanan terhadap arti, ruang lingkup, dan konteks yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa, ilmu komunikasi sebagai bagian dari ilmu sosial adalah suatu ilmu yang bersifat multi-disipliner.  Itu terjadi karena ilmu komunikasi berkembang melalui beberapa pendekatan. Pendekatan-pendekatan yang dipergunakan yang mempengaruhi peta ilmu komunikasi, berasal dari berbagai disiplin ilmu lain seperti psikologi, politik, filsafat, antropologi, sosiologi, elektronika dan lain sebagainya.


Refrensi:
  • ‘Bab2.Pdf’ <Http://Digilib.Uinsby.Ac.Id/11173/5/Bab2.Pdf> [Accessed 2 June 2021].
  • Setya Yuwana Sudikan, ‘Pendekatan Interdisipliner, Multidisipliner, Dan Transdisipliner Dalam Studi Sastra’, Paramasastra, 2.1 (2015) <Https://Doi.Org/10.26740/Parama.V2i1.1496>.
  • Zulkarnain Hamson, ‘EKLIPTIS TEORI KOMUNIKASI’, 2020, 255806 Bytes <https://doi.org/10.6084/M9.FIGSHARE.11535483>.
  • https://belajarilmukomunikasi.wordpress.com/2010/06/08/komunikasi-sebagai-ilmu-multidisipliner-dan-tiga-aliran-ilmu-yang-mempengaruhi-komunikasi/#:~:text=Ilmu%20Komunikasi%20adalah%20salah%20satu,komunikasi%20berkembang%20melalui%20beberapa%20pendekatan.&text=menyatakan%20suatu%20objek%20secara%20berbeda,teori%20lainnya%20teori%20komunikasi%20lainnya.

Komentar

Posting Komentar